Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sejarah "Pacaran"

     Saat sekarang ini di Indonesia, hampir tak ada satu orang pun yang tak pernah mendengar kata pacaran. Wuih, pokoknya mulai dari anak SD hingga kakek nenek, mulai dari kota sampai desa-desa yang ada di pegunungan hampir semuanya paham dengan apa itu pacaran. Banyak istilah untuk menyebut hal ini, di Surabaya biasa disebutgenda’an, sedang di Madura biasa disebut sebagai sir-siren. Lalu sebenarnya pacaran itu apa sih. Yang saya tahu saat dulu kecil pacaran itu adalah pacar kuku atau biasa disebut pacar air yaitu sejenis pewarna kuku yang biasa didapat dari menggerus daunnya atau dengan mengoleskan bubuk yang sudah jadi, warnanya setahu saya adalah warna merah bata walaupun sekarang sepertinya sudah ada juga yang berwarna hitam, terus setelah dipakai biasanya dalam jangka waktu tertentu akan hilang dengan sendirinya.
     Loh, kok malah membahas pacar air. Jadi bagaimana nih sejarah pacaran. Jadi ceritanya begini, dahulu, di masyarakat Melayu khususnya, ada budaya memakaikan pacar air (masyarakat Melayu biasa menyebutnya inai) pada dua orang muda mudi yang ‘ketahuan’ saling tertarik oleh keluarganya. Biasanya sang pemuda mengirimkan ‘sinyal’ tertariknya dengan mengirim ‘tim’ pembaca pantun untuk sang gadis pujaannya, nah, tim tadi akan berpantun tepat di depan halaman rumah sang gadis. Ya………mirip serenada dalam budaya Meksiko-lah (atau mungkin orang Meksiko menirunya dari budaya Melayu yang dibawa oleh Vasco Da Gama, si Portugis yang sangat terkenal di Meksiko yang konon pernah mampir di Melayu, hehe).



     Nah, jika si gadis menyambut pantun sang pemuda dan keduanya ingin meneruskan hubungan mereka maka orangtua keduanya memberikan pacar air di tangan keduanya. Inai tersebut sebagai tanda bahwa keduanya telah memiliki hubungan. Lalu? Nah, ini yang sebenarnya sangat bertanggung jawab. Inai yang ada di tangan akan hilang selama tiga bulan dan selama waktu itulah sang pemuda mempersiapkan segala kebutuhan untuk melamar sang gadis. Jika sampai inai di tangan mereka hilang dan belum juga ada lamaran atau konfirmasi lebih lanjut maka si gadis berhak untuk memutuskan hubungan tersebut dan menerima pinangan lelaki lain. Dan jangan bayangkan selama tiga bulan tersebut mereka berpacaran seperti pacarannya anak zaman sekarang. Mereka sangat terjaga sebelum pernikahan terjadi.
     Kalau sekarang pacaran sudah tidak seperti itu lagi. Pacaran saat sekarang ini biasa diartikan sebagai mengekspresikan perasaan ‘suka’ pada lawan jenis, terus ditindaklanjuti dengan prilaku-prilaku yang dianggap romantis dan kemudian publik memberikan pengakuan si A pacaran dengan si B dan si A adalah pacarnya si B.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Free Y Harlow Cursors at www.totallyfreecursors.com


close
WEARCREAF